Monday, October 1, 2018

LAPORAN DIALOG NASIONAL 2018

IMFISERN, (1 Okt 2018):

Staff Ahli KKP memberikan Keynote:
- Acara ini adalah Kerjasama antara BRSDM KKP dan IMFISERN KEMENRISTEK.
- Tujuan merekomendasi membentuk SDM yg mampu kerjasama dgn stakeholders.


 POIN - POIN DIALOG 

Staff Ahli KKP  ;
- Perlu mengeksplorasi potensi kelautan Indonesia
- Seharusnya ada riset kelautan yg bisa bersinergi dan kolaboratif.
- Tujuannya adalah utk sustainable fisheries.

Staff Ahli Menristek Agus Pujiprasetyo;
- perlu bersinergi antara kementrian dlm menghasilkan produk2 riset kelautan.
- seharusnya mengarahkan inovasi, jangan melulu teknologi.
- 20% berasal dari teknologi, 80% dari non-teknologi.

Komentar peserta (Sriyanti) dari BAPPENAS:
- visi nasional, strategi menjadikan Indonesia negara ekonomi kokoh dan iptek yg maju.
- hasil riset litbang masih terfragmentasi, kita hrs berkolaborasi agar kita bisa menjadi besar. 
- harus ada sinergi antara pemerintah, lembaga riset dan pengusaha.
- perlu lbh banyak pendanaan.

Komentar kepala pusat studi bencana (Yon Pitne) akademisi IPB:
- riset hrs dikelola dari hulu sampai hilir.
- harus punya Big Data.
- seharusnya data itu mudah diakses oleh publikml
- mendukung usulan Menristek Badan Riset Nasional.

Komentar peserta (Masyuri Imron) peneliti dari LIPI;
- di Indonesia riset masih dianggap sepele. kalo ada bagus kalo gak ada gak apa2.

Komentar dari masyarakat adat (Abraham Goran) dari Papua Raja Ampat;
- kata kunci sinergi dan kolaborasi
- riset sgt penting utk mengetahui sumber daya alam yg ada di daerah tertentu.
- konsep menggabungkan ilmu "kampus plus kampung" artinya teori plus prakteknya.

Komentar direktur CSF KKP (Mubalik Ahmad);
- 3 pilar kebijakan KKP: kedaulatan sumber daya ikan, keberlanjutan sumber daya ikan, mengabdikan sumber daya ikan utk kesejahteraan masyarakat.
- isyu insentif: aspek perilaku agen ekonomi, aspek kelembagaan, aspek hukum.
- aspek tatakelola, ada 4 hal: hak, batas yurisdiksi, kuota, hubungan stakeholders.

Presiden Bangsa Orang Laut sedunia (Haryono);
- tema sumber daya laut dan manusia. kebijakan kita selama ini 
- jumlah bangsa orang lautnadalah 3,2juta jiwa, sementara angkatan laut hanya 16.800 jiwa. seandainya diberdayakan tidak perlu ada penenggelaman kapal pencuri ikan.

KESIMPULAN:

1. Rakor dialog ini dimulai penyampaian materi oleh  2 nara sumber utama yakni staf ahli ekologi KKP dan staf ahli Relevansi Menristek.
Kedua narasumber menyampaikan bahwa suksesnya riset hrs ada koloborasi antara pemerintah, periset dan dunia usaha.
KKP sdh melaksanakan kebijakan berdsarkan hasil riset

2. Setelah penyampaian kedua narasumber, dilanjutkan dgn penyampaian dari penanggap utama yakni Bappenas, IPB, LIPI, staf Presiden, Masyarakat adat Papua, HNSI, Geomaritim, mahasiswa dll.
Kami sebagai wakil  HNSI telah menyampaikan saran rekomendasi

A. Banyak hasil riset yg tdk bermanfaat walaupun ada keterbatasan dana, SDM dan fasilitas riset sehingga perlu dibuat prioritas riset yg harus dilakukan. Kami menyarankan prioritas riset untuk mengatasi masalah yg aktual dilapangan. Sebagai contoh masalah Cantrang. Mestinya ada prioritas riset   tentang cantrang ini. 

B. Untuk mendukung kebijakan berbasis sains untuk mendukung pembangunan KP yg berkelanjutan. Kedepan alat tangkap ikan dan sarana dan prasarana budidaya harus terstandarisasi. SNI harus dibuat dan yg lebih penting adalah implementasinya.


Terima ksh
Bustami Mahyuddin dan Rico Menayang.