Saturday, May 16, 2015

Suntingan Berita

Pelayanan Kesehatan Nelayan Buruk, Kinerja Menkes Dipertanyakan

imagesSSJakarta, Lumbungpos.com – Pelayanan Kesehatan Nelayan tidak pernah mendapat perhatian, Presiden Joko Widodo  diminta segera copot Menteri Kesehatan.
Selain tidak adanya peralatan untuk pelayanan kesehatan para nelayan di pesisir, pemerintah juga abai dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Pelayanan kesehatan kepada Nelayan masih buruk, selain tidak menjangkau desa pesisir, juga minim layanan dan fasilitas, kalau pun ada ya hanya Puskesmas di satu dua titik yang sulit dijangkau,” ujar Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim, di Jakarta, kemarin.
Kondisi kesehatan yang memprihatinkan itu, lanjut Abdul Halim, harusnya menjadi tanggung jawab langsung Menteri Kesehatan (Menkes) yang bisa langsung berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) juga.
“Keduanya bisa bekerjasama memenuhi kewajiban pelayanan kesehatan kepada masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan, Siswaryudi Heru menyampaikan sebanyak 70 persen daerah tinggal nelayan tidak terjamah oleh pelayanan kesehatan yang memadai dari pemerintah.
“Menkes tidak memperhatikan pelayanan kesehatan nelayan. Paling tidak untuk 70 persen daerah nelayan tidak ada pelayanan kesehatan,” ujar Siswaryudi, kemarin.
Selain itu, pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) pun tidak dapat diakses dan tidak dimiliki oleh para nelayan.
“Kalau mengandalkan BPJS juga enggak ada, Nelayan kan tidak dapat BPJS,” ujarnya.
Seharusnya, lanjut Siswaryudi Heru, pemerintah melalui Menteri Kesehatan membuat pelayanan kesehatan yang memadai bagi nelayan kecil dan masayarakat pesisir. Pelayanan kesehatan yang terjangkau, memadai dan bisa diakses oleh nelayan.
“Misalnya, dengan membuat pusat pelayanan kesehatan keliling dengan mempergunakan mobil, juga dengan memodifikasi kapal-kapal kecil sebagai Puskesmas Keliling di daerah pesisir tempat tinggal nelayan,” ujar dia.
Dengan tidak adanya pelayanan kesehatan seperti itu bagi nelayan, lanjut dia, maka Menteri Kesehatan pantas dievaluasi. “Ya dievaluasi saja, dicopot, diganti dengan menteri yang memang bisa melakukan pelayanan kesehatan nyata bagi para nelayan. Kasihan kan nelayan sudah susah. Indonesia tidak akan bisa menjadi Negara Maritim besar jika kesehatan para nelayan dan penduduk pesisirnya tidak teratasi dengan baik,” pungkasnya. (Roy)