Tuesday, May 19, 2015

PERJUANGAN UNTUK NELAYAN

Kecendrungan fungsi Pemerintah adalah sebagai Regulator dan Fasilitator bagi Masyarakat termasuk Nelayan maka Nelayan memerlukan wadah atau rumah tempat berteduh bahkan tempat berkeluh kesah dan menyalurkan aspirasinya. Rumah itu adalah HNSI ! Siapa yang jadi orang tua nelayan kalau hilang di laut? siapa yang membela kalau nelayan ditangkap negara tetangga? siapa yang berteriak kalau nelayan tidak bisa melaut? Harus Organisasi..! Tidak mungkin Pemerintah karena Pemerintah adalah Regulator. Sebagai mitra pemerintah , HNSI wajib kritis terhadap regulasi yang tidak pas dengan kebutuhan nelayan.
Dirgahayu HNSI....Bergeraklah....Maju terus ! [AL]

DPC HNSI bersama DPP HNSI berjuang membela nelayan ketika mengalami musibah:

Perihal laporan adanya kecelakaan kapal cumi MAULANA 5 Jakarta dinyatakan korban 15orang awak kapal, yaitu:
1. Wijoyo: mati, jenazah sudah ditemukan, alamat Tegal.
2. Sarbai/Darim: hidup, warga Tegal.
3. Hadi: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
4. Ripin: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
5. Yanto: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
6. Leo nardo: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
7. Suprapto: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
8. Muslih: hidup, warga Tegal.
9. Hadi: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
10. Kasturi: jenazah belum ditemukan, warga Jakarta.
11. Fajar: jenazah belum ditemukan, warga Tegal.
12. Fai beni: hidup, warga tegal.
13. Rino: hidup, warga Cilacap.
14. Daim: hidup, warga Pemalang.
15. Joni/tambuan: hidup, warga Jakarta.

Laporan Pertanda:
Ketua DPC HNSI Kab. Tegal
~DIDI CASMUDI~