Monday, October 15, 2018

HNSI HADIR DALAM ACARA KEMENDIKBUD

(15/10/2018), Prof. Havidz Aima PhD (Ketua Bidang Kebijakan, Regulasi dan Litbang DPP) sedang memberi sambutan mewakili Peserta. Kemendikbud melakukan Kajian Pendidikan untuk Anak Nelayan

Saturday, October 13, 2018

RAPAT KERJA NASIONAL DEWAN KOPERASI INDONESIA 2018

Semarang (12/10/2018); HNSI hadir di acara Rapat Kerja Nasional Dewan Koperasi Indonesia 2018, diwakili oleh Ibu Sandra Parama dan Pak Misbah

Sambutan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Prabowo

Foto bersama Ketua Umum DEKOPIN bapak. Nurdin Halid

Dengan Wakil Bupati Kab. Sika Bapak Romanus

Friday, October 12, 2018

Penyerahan SK DPC Kota Tj.Pinang dan Kab. Lingga


Penyerahan SKD PC Kota Tanjung Pinang, Prop. Kepri

Penyerahan SKDPC Kab. Lingga, Prop. Kepri

Foto bersama DPD dan DPC HNSI KEPRI

HNSI PEDULI


Bakti Sosial DPC Banyuwangi

(12/10/18, Banyuwangi) Kegiatan Jumat berkah Bersih Bersih sampah plastic Di pantai kalimoro bersama Nelayan Dan PEMERINTAHAN desa. (Hasan)



Thursday, October 11, 2018

Silahturami dan Konsolidesi DPD dan DPC HNSI se Jawa Timur

(11/10/18, Sby) Silaturahmi dan konsolidasi DPD dan DPC HNSI  se Jatim bersama ketua umum DPP HNSI di Surabaya  . Semoga HNSI menjadii organisasi yang semakin solid ,  kuat ,  serta  lebih sukses  . Aamiin .


Tuesday, October 9, 2018

PRESS Release Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP HNSI



RMOL. Rencana pemerintah untuk kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat nelayan kecil kian was-was.


Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru menyampaikan, harapan nelayan Indonesia, kiranya BBM bagi nelayan tetap terpenuhi dengan harga yang tidak ikut-ikutan naik.

"Mengingat kondisi perekonomian dunia dan Indonesia yang sedang tidak stabil, hendaknya ada kebijakan yang tetap melindungi nelayan. Seperti tidak mencabut subsidi bagi nelayan kecil serta tidak menaikkan harga BBM khusus nelayan. Jadi, please jangan dipersulit nelayan Indonesia,” tutur Siswaryudi melalui rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut pria yang juga ketua Maritim dan Nelayan Projo ini, fluktuasi harga Dolar Amerika yang mempengaruhi berbagai sektor, termasuk BBM, hendaknya mampu diatasi dengan tidak menjadikan nelayan kian berkorban banyak. Perlindungan atau langkah memperkuat kehidupan nelayan harus tetap dilakukan.

"Apalagi saat ini Indonesia banyak diterpa gelombang yang tidak biasa. Gempa dan bencana yang membuat nelayan kita berhenti melaut. Maka perlu langkah strategis untuk tetap melindungi nelayan," tutur wakil bendahara umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (DPP Hanura) ini. 
Isu akan terjadinya lagi kenaikan harga BBM sudah kian santer. Sebagai langkah antisipasi, menurut dia, pemerintah mesti diberikan warning atau aba-aba bahwa nelayan jangan dipersulit. "Nelayan kecil kita harus tetap kita lindungi," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan hasil survei konsumennya pada Juli 2018 lalu. Dari hasil survei itu, tergambar adanya peningkatan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan ke depannya, yakni sejak Oktober 2018.

Hal ini disebabkan kekhawatiran responden terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi, yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 172,7 meningkat dari 171,0 bulan sebelumnya.

"Secara spasial, peningkatan IEH 3 bulan mendatang terjadi di 10 kota, tertinggi di Surabaya,” papar BI dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/8) lalu.

Konsumen pun juga memperkirakan tekanan kenaika harga pada enam bulan mendatang, yakni Januari 2019. Hal ini disebabkan peningkatan permintaan pada periode tahun baru, terindikasi dari IEH enam bulan mendatang sebesar 178,3 lebih tinggi dari 173,2 bulan sebelumnya.[wid]


https://ekbis.rmol.co/read/2018/10/09/361075/Jika-Harga-BBM-Naik-Lagi,-Tolong..-Nelayan-Jangan-Dipersulit-